Karutan Dimutasi

Posted by Arjuna

SURABAYA – Gelombang mutasi kini melanda Rutan Kelas I Surabaya. Dua jabatan penting yang formasinya diubah adalah jabatan Kepala Rutan Medaeng dan Kepala Seksi Pelayanan Tahanan. Kemarin keduanya melakukan serah terima jabatan tersebut di Kanwil Depkum dan HAM. Abu Zeid yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Rutan Medaeng menempati jabatan baru sebagai Kepala Lapas Bangka. Sedangkan Marlik yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Seksi Pelayanan Tahanan menduduki jabatan baru sebagai Kepala Rumah Penitipan Benda Sitaan Negara (Rupbasan). Kursi Medaeng-1 kini ditempati oleh Alfi Zahrin yang sebelumnya menjabat di .............. Sedangkan posisi Marlik hingga saat ini belum ada yang menggantikan. Mutasi tersebut tentu saja memunculkan pertanyaan. Sebab, rutan yang kapasitasnya overload itu saat ini tengah disoroti karena banyaknya pengungkapan kasus narkoba yang terkait dengan rutan dan diduga melibatkan orang dalam. Apalagi, tidak lama setelah terungkapnya pabrik narkoba pada Juli lalu, Kanwil Depkum dan HAM berjanji akan melakukan perombakan besar-besaran dalam struktur pejabat Rutan Medaeng. Langkah itu dilakukan setelah mengevaluasi kinerja pejabat. Bahkan, Kanwil juga tidak tanggung-tanggung akan mengusulkan sanksi kepada pejabat yang diduga terlibat dengan kasus tersebut. Anehnya, Abu Zeid yang mempelopori pengungkapan pabrik narkoba tersebut justru turut dipindah. Padahal, langkah Abu Zeid tersebut adalah prestasi luar biasa sepanjang catatan rutan di Jatim. Lantas, pemindahan Abu Zeid termasuk promosi atau sanksi? Sedangkan kepindahan Marlik beberapa waktu lalu sempat menjadi polemik. Sebab, dalam pemeriksaan di polisi, namanya turut disebut-sebut dalam pemindahan beberapa napi narkoba ke Lapas Sidoarjo. Pemindahan tersebut diakui salah satu tersangka yang beberapa waktu lalu ditangani Polda Jatim untuk mempermudah dalam menjalankan bisnis narkoba. Direktur Humas Kanwil Depkum dan HAM Jatim Noor Suprapto menyangkal bahwa mutasi tersebut adalah sanksi atas dugaan pelanggaran terkait dengan keberadaan pabrik narkoba di rutan. Dia menegaskan bahwa semua jabatan yang dimutasi saat ini adalah promosi. ’’Secara struktural jabatan mereka naik. Yaitu, dari golongan IIIB menjadi IIIA,’’ katanya. Noor memisalkan, Abu Zeid dipindahkan dari kepala rutan kelas satu menjadi kepala lapas adalah promosi. Sebab, jabatan kepala lapas lebih tinggi daripada kepala rutan. Mengenai pemindahannya ke luar pulau, Noor menganggap bahwa hal tersebut hanyalah mekanisme kedinasan saja. Dia menambahkan, sebenarnya rencana pemindahan Abu Zeid telah ada sebelum mencuatnya kasus pabrik narkoba di Medaeng. ’’Pemindahan tersebut sudah diusulkan sejak awal 2004,’’ katanya. Namun, karena pegawai yang menduduki jabatan baru itu belum bergeser, maka Abu belum dapat dipindah ke posisi tersebut. ’’Abu Zeid berhak mendapat promosi tersebut karena memang kerjanya bagus,’’ kata Prapto. Lantas, bagaimana dengan usulan Kanwil Depkum dan HAM beberapa waktu lalu yang akan mereformasi Rutan Medaeng? Prapto mengatakan bahwa, Kanwil belum mengusulkan sanksi apapun ke pusat sejak terungkapnya kasus pabrik narkoba Juli lalu. Meskipun, kata dia, beberapa pejabat rutan terlibat dan dijadikan tersangka. Menurutnya, usulan sanksi baru dapat diajukan setelah ada putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap. ’’Saat ini kan sebagian masih diproses di polisi dan di pengadilan. Jadi belum sampai pada putusan,’’ terangnya. ku, kalao medaeng butuh orangyang bukannsembaranga. Sehingga penempatan karutan medaeng jharus ada klasifdikasi khusus, sepetrti rack record. Kalau memang layak, baru bisa jadi karutan medaeng.

This entry was posted on Sabtu, 15 Desember 2007 at 09.24 . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Posting Komentar