Sikap Muhammadiyah Dalam Pilgub SURABAYA- Meski PAN secara resmi sudah menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf sebagai bakal calon usungan dalam Pilgub mendatang, jajaran Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim tidak serta merta bakal mendukung penuh pencalonan pasangan ini. Ormas Islam yang ikut andil dalam melahirkan PAN ini memilih untuk mengevaluasi seluruh pasangan yang bakal maju dalam Pilgub mendatang, sebelum menentukan arah politik mereka. ”Namun, yang perlu dicatat adalah, Muhammadiyah secara institusi tidak akan cawe-cawe soal urusan dukung mendukung. Prinsipnya, Muhammadiyah hanya memberikan rekomendasi siapa sosok yang layak dipilih,” ujar ketua PWM Jatim Syafiq Mughni kepada Jawa Pos, kemarin. Untuk itulah, saat ini Muhammadiyah beserta seluruh ormas jajarannya sepakat terlebih dahulu untuk melihat dan mendengarkan komitmen masing-masing pasangan calon. Menurut Syafiq, jajaran Muhammadiyah hanya akan mendorong siapapun pasangan calon yang memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan ormas ini. Seperti apa? ”Tidak banyak. Yang penting, mereka punya komitmen menegakkan keadilan, mensejahterakan rakyat serta punya semangat memberantas korupsi. Itu saja,” kata Syafiq. Lalu, kapan itu akan dilakukan? Syafiq menjelaskan, Muhammadiyah sudah menyiapkan agenda khusus untuk mengundang seluruh pasangan calon guna memaparkan visi misi mereka jika memimpin Jatim. ”Dari situlah, kami bisa menentukan siapa yang memenuhi kriteria yang diinginkan Muhammadiyah,” katanya. Nah, keputusan Muhammadiyah terkait siapa pasangan yang layak dipilih nanti bakal ditetapkan dalam sebuah surat edaran yang diberikan pada seluruh jajaran dan warga Muhammadiyah maupun masyarakat Jatim. Meski demikian, Syafiq memastikan jika rekomendasi Muhammadiyah tidak akan sampai menyebut nama salah satu calon. ”Biar nanti warga yang memilih. Kami hanya memberikan gambaran,” katanya. Lalu, bagaimana dengan pasangan Soekarwo-Ipul usungan PAN yang notabene partai berbasis Muhammadiyah? Syafiq menegaskan, secara individu, kader PAN berhak untuk ‘mengkampanyekan’ pasangan ini pada Muhammadiyah. ”Tapi, jangan sampai yang bersangkutan membawa-bawa nama institusi Muhammadiyah,” katanya. Syafiq tidak menampik jika saat ini cukup banyak parpol yang mulai mendekati Muhammadiyah. ”Bagi kami itu wajar. Tapi, saya tegaskan Muhammadiyah tidak akan cawe-cawe,” katanya. (ris/eko)
This entry was posted
on Rabu, 20 Februari 2008
at 07.19
. You can follow any responses to this entry through the
comments feed
.
I'm Not Like Them..............
- Arjuna
- Setiap orang memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi diri sendiri dan orang lain. Kami adalah orang yang ingin melakukan itu tanpa harus menerjang batas-batas tata-laku kehidupan normal